Sabtu, 03 Februari 2018

Tawuran pelajar

OfCara Mencegah Tawuran
Hal ini tentunya perlu bebrapa komponen baik itu kelompok, organisasi masyarakat, tokoh ulama atau masyarakat, maupun pihak-pihak lainnya, dan bila perlu Pemerintah membuat suatu Badan Legislasi yang khusus mengatasi hal ini, agar terkontrol lebih baik untuk para penerus Bangsa ini.
Beberapa pion yang bisa dilakukan dalam Mencegah Tawuran;
1.      Perbanyak Silaturahmi
Bisa dikatakan poin ini adalah poin yang sangat berpengaruh pada setiap terjadinya tawuran, dimana ketika suatu kelompok maupun individu itu sendiri tidak mengenal anatar satu sama lain dan tidak ada ikatan yang erat maka akan terjadi sebuah kesalah pahaman antara kedua belah pihak yang ujung-ujungnya akan terjadi tawuran besar denga melibatkan setiap individu dengan modal memprovokasi.
Saling berkunjung mengajak kerja sama atau membahas sesuatu yang positif, misal membuat acara yang sifatnya melibatkan sekloh-sekolah, perbanyak ektra kulikutes yang mewajibkan semua siswa mengikutinya (dalam konteks anak sekolah).”
Dalam konteks masyarakat, memerlukan adanya sebuah kegiatan-kegiatan positif lainnya. Seperti kegiatan Bakti Sosial, musyawarah dalam mengambil suatu tindakan, mengadakan kegiatan rutinitas pengajian yang bersifat silaturahmi.
2.      Adanya Delegasi-delegasi Yang Kuat
Hal ini perlu dilakukan agar ketika adanya sebuah permasalahan maka delegasi itu lah yang memperkuat akan pengambilan kesimpulan masalah tersebut. Terlebih dalam membuat jera pala pelaku tawuran itu sendiri dengan hukuman yang akan membuatnya jera dan enggan mengulanginya lagi dikemudian hari.
3.      Mediasi
Membuka komunikasi antara kedua belah pihak.
4.      Memperluas Pengetahuan Dalam Konteks Agama
Konteks ini akan menjadikan pertimbangan bagi pelaku tawuran tersebut sebelum melakukan tawuran itu sendiri. Dimana ketika suatu kelompok ataupun individu akan berpikir secara rasional maupun religus dalam tindakannya yang mengakibatkan dia enggan untuk melakukan hal itu, tersebab dilarangnya oleh agama karena mempunyai banyak kemudharatan ketimbang manfaatnya sendiri.
5.      Menumbuhkan Karakter Bangsa Yang Seutuhnya
Kurangnya Karakter Bangsa pada masyarakat maupun anak sekolah ini menjadikan pemicu terjadinya tawuran (peperangan). Ketika dia tidak memahami bagaimana Karakter Bangsa Indonesia? Seperti apa Karakter Bangsa Indonesia?. Tentunya si pelaku tidak akan mempertimbangkan keputusannya untuk tindakannya. Sebab dia tidak memahami Karakter Bangsanya sendiri.
Jika hal ini diterapkan pada setiap anak sekolah maupun masyarakat, niscaya kedamaian dalam menjaga nilai kemerdekaan di tengah keberagaman akan sangat kuat. Karena karakter Bangsa Indonesia adalah Bangsa Yang Mencintai Perdamaian Tanpa Kekerasan.